Youth Civilization Istilah ini mungkin asing bagi kita, apalagi di era sekarang
yang notabenenya beraktivitas modern tapi pikirannya justru primitive. Bagaimana
tidak, hal hal yang dianggap modern itu jika kita melakukan kekonyolan
kekonyolan yang bisa mengundang tawa maupun menertawakan diri sendiri. Misalnya
tiktok, aplikasi masa kini anak muda, jika anda ingin menjadi panutan maka
bermain tiktoklah, anda akan menjadi panutan bahan tertawaan. Saya sendiri
ragu, adakah di aplikasi itu menandakan peradaban pemuda?
Istilah youth civilization sendiri memang istilah yang baru
pertama kali didengungkan oleh KNPI Sulsel, sehingga kita membutuhkan
penjelasan lebih akan hal ini. Saat tulisan ini dibuat, jika kita mencari “Youth
Civilization” di google, maka yang anda akan dapatkan adalah berita atau
artikel yang berhubungan dengan tema pelantikan KNPI SULSEL.
Jika KNPI Sulsel berhasil melaksanakan program-programnya
mungkin suatu saat nanti, jika kata Youth Civilization ini akan mendunia. Pada saat
itu pula, tulisan ini pun akan menjadi bukti bahwa yang mencetus istilah
tersebut adalah kami.
Mari kita simulasi sedikit, pada hari sabtu 8 februari 2020,
jika kita membuka kata kunci “Youth Civilization” maka yang akan muncul adalah
gambar ini.
..
..
Gambar tersebut menandakan istilah baru yang dimiliki oleh
knpi sulsel. Wujudkan Peradaban Baru Pemuda, KNPI Sulsel Usung Youth
Civilization Jelang Pelantikan. Ketua OKK KNPI Sulsel, Irfan Idham menjelaskan
pelantikan pengurus baru ini mengusung tema Youth Civilization. Menurutnya,
makna dari tema tersebut adalah KNPI Sulsel berupaya menciptakan peradaban baru
bagi pemuda, terkhusus di Sulsel.
“Tema ini punya makna yang luas. Kita berupaya agar pemuda
bisa meletakkan legacy atau dasar-dasar pemikiran, gagasan dan ide yang baru
untuk melanjutkan paradigma KNPI sebelumnya. Kita ingin para pemuda di KNPI
Sulsel bisa membuat peradaban baru dengan dasar nilai-nilai Pancasila,”
terangnya.
Nah bagaimana jika kita mencari kata kunci “pencetus istilah
Youth Civilization” maka yang akan muncul adalah Wikipedia. Gambar hasil
pencariannya seperti ini.
..
..
Jika kita membuka Wikipedia,
maka kita akan mendapatkan penjelasan
seperti ini Civilization atau Sid Meier's Civilization adalah permainan
komputer berjenis strategi bergantian kebudayaan besar dari dasar. Permainan
ini dimulai dari masa prasejarah (4000 SM) dan setiap pemain berusaha untuk
mengembangkan kebudayaannya sendiri sehingga masa modern dan masa depan. Civilization
adalah permainan strategi yang bergantian. Sang pemain menjadi pemimpin dari
peradaban tersebut, permainan dimulai dengan satu atau dua penetap. Sang pemain
harus mengembangkan kebudayaan dan kekuasaannya sendiri.
Dari dua sumber tersebut kita bisa mendapatkan penggabungan
dan penjelasan yang menarik, bahwa Youth Civilization adalah peradaban pemuda
yang diusung KNPI Sulsel agar tercipta kebudaan dan bagsa yang makmur serta
berlandaskan pada prinsip dasar bernegara.
Bagaimana mewujudkan hal tersebut?
Disini saya tertarik dengan tulisan opini dari Imran Eka
Saputra, silahkan download aplikasi Pemuda Sulsel disini Android
jika anda tertarik untuk cek langsung. Judul opini tersebut adalah pemuda dan
tantangan zaman millenial. Tugas kita sebagai pemuda dalam konteks kekinian
adalah untuk menciptakan generasi pemuda yang mandiri, profesional dan berdaya
saing demi negeri.
Artinya jika kita ingin agar negeri ini, memiliki peradaban
yang maju maka pemuda pemudinya harus memiliki kemandirian dan berdaya saing,
tentunya profesionalisme yang harus dijunjung tinggi.
Tentu masih banyak pertanyaan pertanyaan yang akan muncul
ketika kita ingin mempopulerkan istilah ini, lebih dari itu kita harus mampu
melampai apa yang kita istilahkan. Istilah hanyalah bungkusan dan bingkisan
suatu makna, berfokuslah pada makna apa yang kita berikan pada negeri ini.
Tulisan ini bukanlah opini, melainkan persiapan bagi pemuda KNPI Sulsel melaksanakan
orientasi kepengurusan. Dengan harapan, bagi teman teman yang masih bingung
istilah yang kita bangun ini bisa dipahami oleh semua anggota.
Terima kasih banyak meluangkan waktu membaca tulisan ini.
0 Komentar