Berbahagialah Dalam Berorganisasi Di HMI Komisariat Ushuluddin


Oleh Busman Arifin[1]
Kebahagiaan tidak akan kamu raih jika lingkungan tidak memberikanmu motivasi.
Itulah inspirasi yang saya dapatkan rabu siang 23 januari 2013. Mengingatkanku saat tinggal di sekret HMI Komisariat Ushuluddin 2 tahun lalu. Yang terbersit dalam diriku adalah banyak hal yang tidak kita dapatkan ketika berorganisasi.
Mungkin pernyataan ini tidaklah benar, akan tetapi itulah anggapan yang saya dapatkan waktu itu. Membuka lembar demi lembar diary yang kutuliskan 2 tahun lalu mengingatkanku betapa susahnya mengurus orang lain dan terbersit dalam diriku, apa yang kalian berikan kepada saya.?
Bergejolak seakan pasrah pada pertanyaan-pertanyaan yang tidak pantas terbersit dalam diri, tapi apalah daya semua terbangun dalam kejujuran. Banyak tantangan-tantangan maupun kekecewaan yang kami dapatkan waktu itu dan yang paling parah adalah kekalahan dari penghianat bejat kemanusiaan di BEM Fakultas Ushuluddin dan Filsafat waktu itu. Rasanya sampai sekarang masa-masa kelam dari kebenaran seolah tertutupi oleh vampir nafsu kekuasaan. Lengkap sudah, lebih baik berhenti berorganisasi.
Curahan hati hanya bisa saya ungkapkan di diary sahabat tercintaku, engkau adalah diriku di dunia teks dan dirimu adalah kebijaksanaanku di dunia nyata. Mungkin banyak hal yang tidak didapatkan dalam berorganisasi tapi ada sosok yang justru membuat kita kuat, merasa bahagia dan mental terbangun dengan luar biasa yakni SENIOR kita.
PERNAHKAH KITA BERPIKIR BAHWA MEREKA RELA MENGORBANKAN WAKTU, TENAGA DAN BAHKAN PRESTASINYA.?
Sekilas membaca pertanyaan ini, mata mengeluarkan air, serasa dada ini tersesak dan naik dikepala, lubang hidungpun membesar sehingga air itu mengalir ke pipi. Hanya itu yang kurasakan, tak tahu sumber air itu dari mana.
Bagaimana tidak..?
Sekarangpun saya banyak mendapatkan prestasi, pengakuan orang lain, hidup dengan bahagia bersama teman-teman yang lain untuk berjuang, mencerdaskan, belajar bersama maupun berkhidmat kepada masyarakat. Seolah tak ada apa-apanya jika disandingkan dengan pemberian SENIOR.
2 tahun lalu, seolah emosinya kurasakan saat ini. kesedihannya masih sangat jelas.
2 tahun lalu, menjadikan rasa, sikap dan tindakan untuk berterima kasih kepada senior membuatku selalu bertahan dan fight terhadap kehidupan.
Rasa-rasanya jemari ini tak mampu merangkai kata untuk melanjutkan menulis ini, beristirahat menghisap rokok meski masih terbayang pertanyaan itu. Beriring rokok mengecil saya yakinkan pada diri untuk melanjutkan tulisan ini.
Cita-cita menjadi penulis tidak saya dapatkan di HMI Komisariat Ushuluddin, akan tetapi tepat 2 tahun lalu itu saya mendapatkan ilham bahwa “orang yang tahu diri adalah ia yang berterima kasih” menjadi slogan briliant saya ketika membawakan materi. Berkat slogan briliant ini, kemunafikan dalam diri ini terkikis sedikit demi sedikit, tidak ada lagi pikiran-pikiran pragmatis sehingga hanya satu motivasi yang tertanam yakni berterima kasih pada SENIOR.
Keingingan (rasa, sikap dan tindakan) untuk berterima kasih kepada SENIOR memberikanku petunjuk untuk tetap berorganisasi. Makanya saya berusaha merenungkan bagaimana caranya agar saya masih bertahan.? Jawaban muncul satu persatu, tapi hal yang paling urgent yang saya dapatkan adalah menyisipkan kemampuan di dalam organisasi yakni kepenulisan. Plooooong, itulah yang kudapatkan.
Kebahagiaanpun muncul karena seraya impian menjadi bersayap ketika lingkungan mendukung, maka langkah awal yang saya gunakan adalah menciptakan lingkungan itu dan tetap bersabar jika memang cita-cita tidak saya dapatkan disini. Alhamdulillah beberapa dari teman-teman 2 tahun lalu itu sudah bisa dan memberanikan diri agar tulisannya dimuat di buletin HMI Komisariat Ushuluddin.
Menanamkan kebahagiaan dan berbagi kepada orang lain adalah perbuatan yang mulia. Kamu bisa menanamkan kebahagiaan jika kamu menemukan kebahagiaanmu. Langkah awal yang perlu dicatat adalah menemukan kebahagiaan setelah itu berbagilah. Jika perlu kembangkan sayap kebahagiaanmu di tempat lain agar kamu bisa memberikan manfaat lebih banyak dan lebih banyak lagi.
Beriring waktu 2 tahun lalu hingga sekarang saya sangat bersyukur karena bertahan dan fight dalam hidup, khususnya dalam berorganisasi. Sekarang saya justru mendapatkan banyak manfaat ketika mempertahankan keinginan untuk berterima kasih kepada SENIOR.
Do’a dan dukunngan teman-teman yang sekarang berjuang dalam organisasi ini sangatlah menentukan apakah saya, kamu, kalian maupun kita semua bisa mendapatkan kebahagiaan dalam ber-HMI Komisariat Ushuluddin.
Temukan kebahagiaanmu, maka kamu akan mendapatkan ilham dalam berlembaga. Kembangkan kebahagiaan di internal Komisariat maupun pada organisasi lain karena dengan itu hidupmu akan selalu bahagia.
 Tulisan kali ini saya persembahkan untuk teman-teman sebagai refleksi dan manfaat yang saya dapatkan sendiri. Kalian mungkin melihat hasil yang saya dapatkan. Sekarang saya dan teman-teman mandar pitu mengembangkan sayap untuk orang banyak, kami mengumpulkan beberapa tulisan saya untuk dijadikan buku dan mengadakan training kepenulisan di Polewali Mandar.
Kegiatan ini tidak akan terilhami jika sekiranya rasa, sikap dan perbuatan untuk berterima kasih kepada Senior tidak tertanam dalam diri dan hasil-hasil dari usaha untuk menerbitkan buletin kepada teman-teman sejawat 2 tahun lalu. Terima kasih banyak organisasi kebanggaanku.
Mungkin teman-teman menganggap bahwa saya seolah hilang ditelan zaman, tetapi dalam lubuk hati yang paling dalam, saya berusaha untuk mencapai cita-cita. Jika kegiatan ini berjalan lancar, saya pasti akan kembali ke pelukan Komisariat. Teringat dengan perkataan Ali Syari’ati “awal dari perubahan sosial adalah berhijrah”. Mungkin apa yang saya lakukan kali ini adalah bentuk Interpretasi saya terhadap pernyataan itu.
Terima kasih teman-temanku yang berjuang disana, semoga kalian mendapatkan kebahagiaan dalam berorganisasi. Lanjutkan perjuangan dalam membumikan karya-karya kita. Ingatlah bahwa penulis adalah ia yang menyampaikan pembicaraan.
Langkah awal menerbitkan kembali buletin adalah bentuk kesadaran teman-teman dan kebahagiaan teman-teman.
Salam Briliant Dari Busman Arifin


[1] Mantan Pengurus HMI Komisariat Ushuluddin, Ketua Bidang PPPA periode 2011-2012

6 Komentar

Muhammad Ghifari mengatakan…
Luar biasa tulisannya kak,...
Mudah-mudahan saya juga bisa mendapatkan hal-hal yang menakjubjan tinggal d sekret HMI Kom Ushuluddin seperti apa yg kakak daptkan pd 2 tahun yg lalu,...
Mama'nya Farzan mengatakan…
Temukan kebahagiaanmu, maka kamu akan mendapatkan ilham dalam berlembaga. saya suka kata-kata itu :D
Busman Arifin mengatakan…
semoga itu bisa menjadi penghargaan yang tak terlupakan... ciptakan suasanamu.. ini adalah harimu
Busman Arifin mengatakan…
saya juga suka membaca komentarta
rudini filsafat12 mengatakan…
sangat inspiratif dengan kata-katanya kanda_ sehingga muncul kebanggaan tersindiri dalam diri saya sebagai kader ushuluddin dan sangat bangga dengan senior yang ada di ushuluddin_
Busman Arifin mengatakan…
terima kasih banyak..
lakukan apa yang semestinya baik menurut kita..